Memang umumnya bunga itu cantik. Menawan dan anggun. Tapi bunga yang satu ini tak serupa dengan yang lain. Ketika jenis bunga lain tampak cantik untuk ditarik kawanan serangga, yang menghisap cairan manis dari tubuhnya. Bunga yang satu ini seperti enggan untuk dicicipi banyak serangga. Dia tak ingin serangga komunal hadir memburunya. Tak ingin mereka berduyun-duyun datang di setiap musim. Menolak mereka singgah. Kemudian dikatakan manis atau cantik parasmu! Bunga sederhana ini memilih berlalu.
Bunga tak sewajarnya ini bak bersembunyi dari pencitraan umumnya bunga. Dia berbeda. Bukan berarti cairan tubuhnya masam atau pahit. Tapi jika dianggap sudah begitu manis, belumlah pantas. Bukan juga tidak berhias mahkota yang nan enak dipandang. Hanya dia mencari sandang sederhana yang akan mempercantiknya. si Bunga ini seperti berselimut. Hanya pemiliknya lah yang mungkin tau persembunyiannya. Menghalau segala prasangka. Menuju pemberian indah dari penciptanya.
Sesampainya masa berproses. Terkadang memang sendiri. Beradu menanti seekor serangga yang tak hanya melihat rupa. Menanti dalam ujung dimana saat madu-madu itu tepat dirasa manis yang nyata. Memang menanti itu butuh waktu, melawan nada bioritme yang berulang. Sendirian bersama penciptanya begitu didamba saat ini. Memantaskan diri, memantaskan bunga yang sekarang masih sederhana. Menanti serangga yang mengerti keunikannya yang berbeda, yang turut menjaga kehormatannya. Bunga, tetaplah berbeda...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar