Iyyakana'budu wa iyyakanasta'iin..
Kumandang takbir menggema dari seorang bocak kecil yang semakin membuat hati enggan untuk berpisah dengan bulan penuh berkah ini.
Di 29 Ramadhan inilah prinsip kembali teruji.
Mulai dari "kaos kaki", pasti sebagian orang akan tertawa. Bagaimana bisa hal kecil seperti kaos kaki dipermasalahkan. Benda ini dianggap tak penting, hanya sekedar penutup kaki; apalah pentingnya?
Akan lain jika ini berhubungan dengan prinsip. Ini bukan sekedar penutup agar kaki tidak kepanasan saat terik datang, bukan hanya sekedar pemberi kehangatan saat dingin semakin menusuk, bukan juga alat agar kaki tidak belang, bukan sekedar itu.
Kaos kaki ini lambang kecantikan buatku, lambang apakah prinsip ini sudah begitu tahan banting untuk mengenakannya. Niat memakainya benar-benar harus lurus. Walau terik, dingin, panas, badai, topan, basah, atau dalam kondisi bahaya pun, harus diniatkan karena Allah.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Jadi barang yang kadang dianggap butut karena keberadaannya selalu diinjak dan terkena banyak debu, tanah, pasir, lumpur, dan hal lain yang kadang nampak kotor. Justru jika memakainya adalah bukti sejauh mana kita cinta dengan Allah, bukti sejauh mana kita memang menjaga diri karena-Nya.
JIKA HAL INI BENAR, KENAPA KAU HARUS TAKUT?
Jika kau menolong agama Allah, pastilah Allah akan menolongmu.
Let's show your love..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar