Apa
lagi ini. Terkoyak kembali. Luka yang masih memerah kembali perih karena bermain
di air payau. Didi kembali mencoba bangkit, dan untuk kesekian kalinya. She will come back again.
“Berapa
kali aku harus menangis karena makhluk?”, gumamnya semakin menjadi-jadi.
__________________________________________________________
Tetesan
air mata lebih sering mengalir kepada makhluk, bagaimana dengan Tuhan kita?
Padahal nikmat tangis mengucur adalah karena kehendak-Nya. Dari mulai kita
merasa tidak nyaman, kecewa, benci, atau berbagai kebahagiaan adalah izin-Nya.
Dengan alasan apa kau melakukan semua? Jika alasan-Nya adalah sekedar karena
korban tipu daya setan akan dunia, lebih baik segera tarik cermin di dekat
anda. Saatnya berkaca Didi. Hidup yang kau jalani akan segera berlalu. Tak
tentu kau akan menempuh selamanya.
-THESE TOO, WIIL PASS-
Jika
teramat bahagia hari ini, sepantasnya mengingat bahwa esok bisa saja terdera
nestapa, Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Jika
teramat tersiksa hari ini, segeralah tersadar bahwa esok akan ada
keindahan-keindahan, Hanya Allah Yang Maha Tahu.
Jadikan
hari ini pelajaran untuk hari esok. Karena hari esok yang akan kau lalui adalah
akibat dari apa yang telah kau ikhtiarkan di hari ini. Dan hari ini tak akan
pernah kembali kau putar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar