Jumat, 11 Juli 2014

Seri Mozaik Didi: #4 THESE TOO, WIIL PASS

Apa lagi ini. Terkoyak kembali. Luka yang masih memerah kembali perih karena bermain di air payau. Didi kembali mencoba bangkit, dan untuk kesekian kalinya. She will come back again.

“Berapa kali aku harus menangis karena makhluk?”, gumamnya semakin menjadi-jadi.

__________________________________________________________

Tetesan air mata lebih sering mengalir kepada makhluk, bagaimana dengan Tuhan kita? Padahal nikmat tangis mengucur adalah karena kehendak-Nya. Dari mulai kita merasa tidak nyaman, kecewa, benci, atau berbagai kebahagiaan adalah izin-Nya. Dengan alasan apa kau melakukan semua? Jika alasan-Nya adalah sekedar karena korban tipu daya setan akan dunia, lebih baik segera tarik cermin di dekat anda. Saatnya berkaca Didi. Hidup yang kau jalani akan segera berlalu. Tak tentu kau akan menempuh selamanya.

-THESE TOO, WIIL PASS-

Jika teramat bahagia hari ini, sepantasnya mengingat bahwa esok bisa saja terdera nestapa, Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Jika teramat tersiksa hari ini, segeralah tersadar bahwa esok akan ada keindahan-keindahan, Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Jadikan hari ini pelajaran untuk hari esok. Karena hari esok yang akan kau lalui adalah akibat dari apa yang telah kau ikhtiarkan di hari ini. Dan hari ini tak akan pernah kembali kau putar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar