Salam Cocos Lepita...
Pekikan yang memacu semangat kami, tim PKM-K (Program Kretifitas Mahasiswa-Kewirausahaan) untuk melaju menuju PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) ke-27 di Universitas Diponegoro Semarang. Sebelum melenggang ke tahap itu, yang perlu diperjuangkan adalah monitoring dan evaluasi dari DIKTI. PKM yang didanai oleh DIKTI harus mempertanggungjawabkan pelaporan kegiatan yang telah dilakukan selama enam bulan. Jika harapan ingin sampai ke titik PIMNAS, maka inilah saatnya tampil secara maksimal di depan Pemonev. Pada tanggal 10 Juni 2014, tim kami akan dibersamai oleh Bapak Andang Subaharianto, M. Hum sebagai Pemonev di Ruang B.
Pasti pada heran apa maksud dari salam kami; "Cocos Lepita"?
Ini adalah nama dari produk yang kami buat; berupa tas laptop dari batok kelapa muda dengan sistem perodik unsur.
Kemudian muncullah rentetan pertanyaan yang menggelitik.Kenapa harus batok kelapa muda?
Kenapa harus tas laptop?
Kenapa harus sistem periodik unsur?
Mari kita urai satu-satu. Keberadaan batok kelapa muda akibat dari sisa es kelamud (kelapa muda) sangatlah banyak dan belum termanfaatkan. Di masa yang penuh dengan kecanggihan teknologi, maka pengguna laptop sangatlah banyak; apalagi di kalangan mahasiswa dan pelajar. Selain itu, sistem periodik unsur masih banyak yang kesulitan menghafalnya, sehingga saat digunakan sebagai ornamen tas laptop bisa memiliki nilang fungsi edukatif. Alasan-alasan inilah yang melatarbelakangi munculnya ide pembuatan produk untuk PKM-K kami. Tak hanya nilai edukatif dan fungsi saja, akan tetapi nlai estetika juga jelas terlihat dari bahan batok kelapa muda yang sudah dikemas menjadi potongan-potongan kubus yang manis.
"Masih ada harapan menuju PIMNAS!", tegas saya selaku bagian dari tim yang super ini. Tim kami beranggotakan oleh lima Srikandi yang sangatlah tangguh, yaitu: Dina, Husna, dan Ayas dari Prodi Biologi angkatan 2011 serta Mila (saya) dan Cinthya dari Prodi Pendidikan Biologi 2012. Pembuatan PKM-K ini kami didampingi oleh Umi yang super, pebisnis hebat yang memiliki banyak perusahaan, dialah pembimbing kami, Ibu Himmatul Hasanah, MP. Beliaulah yang selalu memberi masukan bagaimana menjadi wirausahawati yang tak kenal lelah berjuang. Tak lupa juga, media partner kami yang membantu menyelasaikan produksi ialah Ibu Haryanti selaku pemilik CV. Surya Handicraft.
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain). Dan kepada Tuhanmulah engkau berharap. (94: 6-8)
Siapa Yang Maha Kuat? Dialah Dzat yang tanpa sadar memberi kita kekuatan untuk terus berjuang dan menyelesaikan program kami.
Jadi masih ingin meminta PIMNAS?
Yaaah, mintalah pada-Nya.
Masih ada harapan selagi kami masih mampu mengikhtiarkannya.
#keeponfire_mozaikmila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar