Tampilkan postingan dengan label Prinsip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prinsip. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2014

Cara Beda Memberi Warna

Inilah titik dimana Moza lelah meneriaki sahabatnya yang ternyata berbeda cara dalam menunjukkan prinsipnya. Kawan yang dianggap luar biasa itu punya keunikan menyampaikan kebaikannya. Begitupun Moza, dengan cara yang sedikit berbeda.

Allah menganugrahkan berbagai warna untuk pelangi dunia. Kita memang berbeda. Tapi bukankah kita sama-sama dilahirkan ke dunia untuk menghamba kepada-Nya?

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 56)

Dan sudah jelas kawan, kita sama-sama menempuh jalan yang sama. Jalan dimana sama-sama mengais rido-Nya. Meskipun kau melipir (baca: jalan serong) ke bagian kanan, ada juga yang ke bagian kiri, ada juga yang menyusur bagian tengah. Dan kita masih sama-sama di jalan ini. Jalan yang kita ridukan agar sampai untuk mengetuk pintu surga-Nya.

Masih saja Moza akan berbangga dengan cara kita yang beda memberi warna ~


Selasa, 29 Juli 2014

Sefrekuensi Karena-Mu

Rabbii, setelah seperempat dari usiaku berlalu dan masih berkisah tentangnya. Dan semua memang biasa, berjalan wajar, bahkan aku amnesia dan lupa. Izinkanlah aku tetap memantaskan diriku sampai aku tak mampu lagi mengambil nafas untuk berbenah. Berproses sampai maut mejemput dengan khusnul khotimah, aamiin.

Perkara siapa nantinya, aku berserah kepada-Mu.
Menerima siapa yang akhirnya sefrekuensi.
Menerima siapa yang nantinya seprinsip.
Menerima siapa yang tanpa syarat akan dunia.
Menerima siapa yang mengakhirkan semua keputusannya karena Allah.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang memisahkan dan menyatukan di antara umat.
Ada rasa saling cinta dan memberi kasih diantara sesama saudara.

Ketika mendengar nasyid dari Raef "You Are The One", hanya senyum yang bisa mengembang menghiasi komitmen yang memang harus berlangsung sebelum yang indah akan benar-benar datang.
Allah memberitahukan aku mengenal akan hal ini sudah cukup lama.
Terimakasih Ya Rabb..
Allah, terimakasih telah mengajarkanku bagaimana cara menjaga diri.
Karena bersama-Mu adalah kebahagiaan.
Mengenal banyak saudara yang hebat, berkisah dengan mereka. Hadir tawa, tangis, senyum, dan bermacam rasa yang sampai-sampai tak tergambar.
Terimakasih..




Alhamdulillah, izinkan semua sefrekuensi karena-Mu Dzat Yang Membolak-balikkan hati..


Minggu, 27 Juli 2014

Sepenting -KAOS KAKI- kah?

Ketika suatu prinsip benar-benar Allah ujikan pada suatu makhluk. Maka inilah saat dimana apakah bisa dikatakan -TAHAN BANTING- dan really really -TANGGUH-.

Iyyakana'budu wa iyyakanasta'iin..

Kumandang takbir menggema dari seorang bocak kecil yang semakin membuat hati enggan untuk berpisah dengan bulan penuh berkah ini.

Di 29 Ramadhan inilah prinsip kembali teruji.
Mulai dari "kaos kaki", pasti sebagian orang akan tertawa. Bagaimana bisa hal kecil seperti kaos kaki dipermasalahkan. Benda ini dianggap tak penting, hanya sekedar penutup kaki; apalah pentingnya?

Akan lain jika ini berhubungan dengan prinsip. Ini bukan sekedar penutup agar kaki tidak kepanasan saat terik datang, bukan hanya sekedar pemberi kehangatan saat dingin semakin menusuk, bukan juga alat agar kaki tidak belang, bukan sekedar itu.

Kaos kaki ini lambang kecantikan buatku, lambang apakah prinsip ini sudah begitu tahan banting untuk mengenakannya. Niat memakainya benar-benar harus lurus. Walau terik, dingin, panas, badai, topan, basah, atau dalam kondisi bahaya pun, harus diniatkan karena Allah.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Jadi barang yang kadang dianggap butut karena keberadaannya selalu diinjak dan terkena banyak debu, tanah, pasir, lumpur, dan hal lain yang kadang nampak kotor. Justru jika memakainya adalah bukti sejauh mana kita cinta dengan Allah, bukti sejauh mana kita memang menjaga diri karena-Nya.

JIKA HAL INI BENAR, KENAPA KAU HARUS TAKUT?

Jika kau menolong agama Allah, pastilah Allah akan menolongmu.
Let's show your love..









Senin, 30 Juni 2014

CANGKANG BERPRINSIP

Biarkan dengan cangkangnya yang tebal.
Tak usah kau usik, hey kamu!
Tak usah kau sentuh!
Atau ia akan muntah dengan kemarahan?

Memilih di jalan itu sudah teramat lama dirindukan.
.B.E.R.T.A.H.A.N.
Akan bertahan dengan jalan-Nya.

Mimpi adalah terlelap di antara surga yang dinanti.
Biar ia patuh dengan jalan penuh ridha.
Biarkan ia menangis.
Dan sudahi dengan kepuasan menjaga cangkang itu.

Semakin kau mendekatkan jemarimu, kebengisan justru semakin ditunjukkan.
Bukan hanya takut yang akan ia uapkan, tapi geram pun akan meledak.

Cukup sekali saja kau usik cangkangnya.
Biarkan dan enyahlah untuk saling menjaga.
Jalan Allah itu akan terlihat tegas dengan usaha penjagaan.

Dari menjaga janji kelingkungnya kepada ayah.

Hingga memilih memantaskan diri karena-Nya.