Tampilkan postingan dengan label Lillah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lillah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Juli 2014

Sefrekuensi Karena-Mu

Rabbii, setelah seperempat dari usiaku berlalu dan masih berkisah tentangnya. Dan semua memang biasa, berjalan wajar, bahkan aku amnesia dan lupa. Izinkanlah aku tetap memantaskan diriku sampai aku tak mampu lagi mengambil nafas untuk berbenah. Berproses sampai maut mejemput dengan khusnul khotimah, aamiin.

Perkara siapa nantinya, aku berserah kepada-Mu.
Menerima siapa yang akhirnya sefrekuensi.
Menerima siapa yang nantinya seprinsip.
Menerima siapa yang tanpa syarat akan dunia.
Menerima siapa yang mengakhirkan semua keputusannya karena Allah.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang memisahkan dan menyatukan di antara umat.
Ada rasa saling cinta dan memberi kasih diantara sesama saudara.

Ketika mendengar nasyid dari Raef "You Are The One", hanya senyum yang bisa mengembang menghiasi komitmen yang memang harus berlangsung sebelum yang indah akan benar-benar datang.
Allah memberitahukan aku mengenal akan hal ini sudah cukup lama.
Terimakasih Ya Rabb..
Allah, terimakasih telah mengajarkanku bagaimana cara menjaga diri.
Karena bersama-Mu adalah kebahagiaan.
Mengenal banyak saudara yang hebat, berkisah dengan mereka. Hadir tawa, tangis, senyum, dan bermacam rasa yang sampai-sampai tak tergambar.
Terimakasih..




Alhamdulillah, izinkan semua sefrekuensi karena-Mu Dzat Yang Membolak-balikkan hati..


Minggu, 27 Juli 2014

Sepenting -KAOS KAKI- kah?

Ketika suatu prinsip benar-benar Allah ujikan pada suatu makhluk. Maka inilah saat dimana apakah bisa dikatakan -TAHAN BANTING- dan really really -TANGGUH-.

Iyyakana'budu wa iyyakanasta'iin..

Kumandang takbir menggema dari seorang bocak kecil yang semakin membuat hati enggan untuk berpisah dengan bulan penuh berkah ini.

Di 29 Ramadhan inilah prinsip kembali teruji.
Mulai dari "kaos kaki", pasti sebagian orang akan tertawa. Bagaimana bisa hal kecil seperti kaos kaki dipermasalahkan. Benda ini dianggap tak penting, hanya sekedar penutup kaki; apalah pentingnya?

Akan lain jika ini berhubungan dengan prinsip. Ini bukan sekedar penutup agar kaki tidak kepanasan saat terik datang, bukan hanya sekedar pemberi kehangatan saat dingin semakin menusuk, bukan juga alat agar kaki tidak belang, bukan sekedar itu.

Kaos kaki ini lambang kecantikan buatku, lambang apakah prinsip ini sudah begitu tahan banting untuk mengenakannya. Niat memakainya benar-benar harus lurus. Walau terik, dingin, panas, badai, topan, basah, atau dalam kondisi bahaya pun, harus diniatkan karena Allah.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab: 59)

Jadi barang yang kadang dianggap butut karena keberadaannya selalu diinjak dan terkena banyak debu, tanah, pasir, lumpur, dan hal lain yang kadang nampak kotor. Justru jika memakainya adalah bukti sejauh mana kita cinta dengan Allah, bukti sejauh mana kita memang menjaga diri karena-Nya.

JIKA HAL INI BENAR, KENAPA KAU HARUS TAKUT?

Jika kau menolong agama Allah, pastilah Allah akan menolongmu.
Let's show your love..









Jumat, 11 Juli 2014

Seri Mozaik Didi: #4 THESE TOO, WIIL PASS

Apa lagi ini. Terkoyak kembali. Luka yang masih memerah kembali perih karena bermain di air payau. Didi kembali mencoba bangkit, dan untuk kesekian kalinya. She will come back again.

“Berapa kali aku harus menangis karena makhluk?”, gumamnya semakin menjadi-jadi.

__________________________________________________________

Tetesan air mata lebih sering mengalir kepada makhluk, bagaimana dengan Tuhan kita? Padahal nikmat tangis mengucur adalah karena kehendak-Nya. Dari mulai kita merasa tidak nyaman, kecewa, benci, atau berbagai kebahagiaan adalah izin-Nya. Dengan alasan apa kau melakukan semua? Jika alasan-Nya adalah sekedar karena korban tipu daya setan akan dunia, lebih baik segera tarik cermin di dekat anda. Saatnya berkaca Didi. Hidup yang kau jalani akan segera berlalu. Tak tentu kau akan menempuh selamanya.

-THESE TOO, WIIL PASS-

Jika teramat bahagia hari ini, sepantasnya mengingat bahwa esok bisa saja terdera nestapa, Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Jika teramat tersiksa hari ini, segeralah tersadar bahwa esok akan ada keindahan-keindahan, Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Jadikan hari ini pelajaran untuk hari esok. Karena hari esok yang akan kau lalui adalah akibat dari apa yang telah kau ikhtiarkan di hari ini. Dan hari ini tak akan pernah kembali kau putar.