Senin, 30 Juni 2014

CANGKANG BERPRINSIP

Biarkan dengan cangkangnya yang tebal.
Tak usah kau usik, hey kamu!
Tak usah kau sentuh!
Atau ia akan muntah dengan kemarahan?

Memilih di jalan itu sudah teramat lama dirindukan.
.B.E.R.T.A.H.A.N.
Akan bertahan dengan jalan-Nya.

Mimpi adalah terlelap di antara surga yang dinanti.
Biar ia patuh dengan jalan penuh ridha.
Biarkan ia menangis.
Dan sudahi dengan kepuasan menjaga cangkang itu.

Semakin kau mendekatkan jemarimu, kebengisan justru semakin ditunjukkan.
Bukan hanya takut yang akan ia uapkan, tapi geram pun akan meledak.

Cukup sekali saja kau usik cangkangnya.
Biarkan dan enyahlah untuk saling menjaga.
Jalan Allah itu akan terlihat tegas dengan usaha penjagaan.

Dari menjaga janji kelingkungnya kepada ayah.

Hingga memilih memantaskan diri karena-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar