Inilah titik dimana Moza lelah meneriaki sahabatnya yang ternyata berbeda cara dalam menunjukkan prinsipnya. Kawan yang dianggap luar biasa itu punya keunikan menyampaikan kebaikannya. Begitupun Moza, dengan cara yang sedikit berbeda.
Allah menganugrahkan berbagai warna untuk pelangi dunia. Kita memang berbeda. Tapi bukankah kita sama-sama dilahirkan ke dunia untuk menghamba kepada-Nya?
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.S. Adz-Dzaariyaat: 56)
Dan sudah jelas kawan, kita sama-sama menempuh jalan yang sama. Jalan dimana sama-sama mengais rido-Nya. Meskipun kau
melipir (baca: jalan serong) ke bagian kanan, ada juga yang ke bagian kiri, ada juga yang menyusur bagian tengah. Dan kita masih sama-sama di jalan ini. Jalan yang kita ridukan agar sampai untuk mengetuk pintu surga-Nya.
Masih saja Moza akan berbangga dengan cara kita yang beda memberi warna ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar