Jumat, 30 Januari 2015

Adikku dan Sumpit

Emmmm...
Pulang juga akhirnya *merasa telat, hehe

Adikmu . ................ (blablabla)
Dia itu .................. (blablabla) 

Bagaimana kabar kakaknya yaa?
Apa benar yang perlu dikhawatirkan adalah yang lebih muda.
Jangan-jangan yang lebih tua justru membutuhkan pertolongan.

Lagi-lagi kalo pulang itu selalu merasa malu, karena seorang kakak hanya mendengar kisah perjuangan adiknya. Waktu selalu bergulir memberikan kenyataan bahwa kita seolah seperti pekerja paruh waktu yang waktu kerjanya berbeda; di siang dan malam. Selalu bergantian.

Mbak mendengar kisahmu dari ibu. Merasa malu.
 Kapan kita makan ice cream dan mie ayam bareng (*pake sumpit)?

Dari kakakmu yang benar-benar ingin mengajakmu berantem :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar