Sabtu, 31 Mei 2014

Seri Mozaik Didi #2 MEMINTA ALLAH MENUNGGU SHOLATMU?


Didi menyadari bahwa lalai itu akan selalu ada pada diri manusia, termasuk pada dirinya. Sekarang adalah kalanya bertanya bagaimana bisa mengurangi segala hal yang mengarah kepada lalai yang berkepanjangan ini.

Mari kali ini kita mulai refleksi dengan amalan yang akan dihisap pertama kali, sudah pada tau lah pastinya. Yaaa, dialah SHOLAT! Mengutip dari rekaman tausiyah Ustadz Yusuf Mansyur mengenai Sholat, beliau menyampaikan bahwa ketika Allah memanggil kita untuk menemui-Nya, justru kita balik memerintah dengan seolah-olah mengatakan:
“Tunggu ya, ini masih menerima tamu! 
Tunggu ya, masih ada telfon! 
Tunggu! 
Tunggu! 
dan tunggu lainnya...”
Inilah bentuk lalai yang kadang membuat Didi terbuai dan lupa bahwa sebenarnya dia dalam masalah besar, dan harus ada pertolongan dari tipu daya ini.

Sebenarnya siapa yang dipanggil? Saat siang yang terik, terdengar sayup-sayup bisikan untuk tidur harus kita ikuti juga kah? Masihkah telinga ini tersumbat serumen di lubang telinga? Akan lebih fatal lagi jika kita menyengaja mebuat Allah; Sang Rajanya alam semesta menunggu, menanti hingga berjam-jam. Akhirnya Didi mengaku bahwa bisikan setan itu semakin kencang, semakin melenakan, dan semakin menggiurkan.

Bentuk cara mengistimewakan Allah adalah dengan sholat di awal waktu. Ini menjadi penghormatan kepada Sang Kholiq, bukan sekedar menjadi budaknya waktu atau pekerjaan. Menurut tulisan Harun Yahya (2003: 227) dengan judul “Shalat Menjauhkan Manusia dari Perbuatan Jahat”, bahwa Allah akan menjanjikan pahala bagi orang-orang yang benar-benar menjaga sholatnya dan istiqomah dalam mengerjakannya.

Hal tersebut sudah sangat jelas di jelaskan dalam Q.S. Al-‘Ankabut: 45, yang artinya:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Didi mengerti bahwa dalam sholat ada hal yang akan mengingatkannya, yaitu bagaimana tidak ada kata menunda. Keberadaan suka menunda adalah akan  hanya melunturkan niatan-niatan baik saja. Ketegasan dalam diri sangatlah perlu, jika tak ingin selalu dijajah oleh serdadu setan yang tak pernah lelah menggempur.



Semakin tepat waktu Allah semakin suka, Semakin yakin maka Allah semakin suka, Semakin dikunci dengan bahasa istiqomah maka bertambah sempurna. Mati memang menunggu saat nanti,
tapi akankah yang ada saat ini disengaja mati oleh tangan ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar