Ridho Allah berada dalam ridho orang tua...
Semenjak seminggu lalu, sejak pendaftaran itu dimulai, aku selalu mondar-mandir melihat siapa yang akan jadi pewawancara. Melayang berfikir menuju satu tahun lalu saat aku sudah menghubungi seorang pewawancara, dan aku enggan melanjutkan niatanku.
Giliranku,
saatku,
di tahun ini,
di minggu ini,
Yeah : bersemangat mencari mozaik hidupku...
Selamanya jalan itu tak selamanya mulus, ada juga tanjakan, kubangan.
Terkadang harus terpelanting dari harapan awal.
Dan inilah kita patut belajar, betapa hidup tak selamanya enak.
Dunia tak selamanya berbaik pada diri kita.
Ada saatnya kita harus berjuang, memberontak segala zona nyaman yang membutakan.
Bangun, segera bangun sayang!
Cari ridho orang yang selalu menjanjikan kunci surga padamu.
Jangan hanya menuruti segala nafsu, yang memuja egositas.
Coba rasakan bagaimana mereka ingin disapa betapa mereka menunggu kunci surganya tersentuh lembut belaiaanmu.
Mereka setia, mereka rela menahan rindu.
Segera pulang nak, bukanlah setiap hari matahari mengistirahatkan cahayanya.
Kapan kau penuhi hak mereka.
Pulang!
Pulang!
Pulanglah menjemput surgamu!
Pintaku, harapku, dan janjiku, aku akan segera pulang.
Menyentuh kelingkingmu, ibu, bapak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar