Minggu, 08 Maret 2015

Melahirkanmu sebagai Islam


(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), "Berserah dirilah!" Dia menjawab, "Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam."Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (Al-Baqarah: 131-132)


Alhamdulillah.. Tak lupa berucap syukur karena kita adalah umat yang dipenuhi dengan nikmat. Nikmat karena terlahir memeluk agama yang benar; ialah Islam. Dari sekian banyak penduduk dunia, kita adalah bagian manusia yang dengan mudah mengenal agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ini. Bagaimana tidak? Secara mudah kita terlahir sebagai Islam karena kedua orang tua kita. Mereka tidak menjadikan kita Majusi atau Nasrani. Dengan begitu sabar, kedua orang tua kita mengajarkan tentang kalimat tauhid. Mengajarkan bagaimana cara mengesakan Allah. 


Ketika ilmu kita semakin bertumpuk mengenai agama, akankah kita lupa dengan sosok yang mengenalkan kita dalam agama ini? Akankah kita terlena dan tidak memperhatikan bagaimana tahapan ilmu mereka? Mungkin kebanyakan dari kita dengan sangat angkuh menumpuk ilmu, kemudian lupa menengok kembali kondisi mereka. Apakah agama yang mereka ajarkan sewaktu kita masih ingusan masih tersemat dengan kuat dalam hati mereka? Apakah bunga semakin bermekaran atau justru semakin layu karena tak juga tersentuh hujan?


Beginikah burung yang terbang?

Menembus langit
Tinggi nian ...
Namun lupa daratan
Terlena dengan sayap
Menari bersama bulu-bulu
Sampai bertenggerpun enggan

Tanah yang basah itu terhampar tanpa jejak kaki
Hambar, mungkin layu
Terserak menanti perahu

Sangkanya dermaga itu di pelupuk mata
Padahal dibawa juga terbang


Tetap hidup tapi kering

Belulang adanya
Menanti belas kasihan baginda
Mengais setetes air yang dulunya ditimang

Kini hilang dibawa terbang.



Janganlah kita menjadi kacang yang lupa kulitnya. Habis manis sepah dibuang. Tetaplah berbakti dengan kedua orang tua. Berbagilah dengan ilmu yang bertumpuk. Karena Surga masih terlalu luas untuk dihuni sendiri dan karena mereka melahirkanmu sebagai Islam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar