____________________________________________________
Pagi yang indah di hari sabtu yang berkah, kurasa semua punggawa HIMA sudah siap dengan tas ransel dengan berbagai amunisi wajib: alat tulis, alat ibadah, alat mandi, mantel, kado silang, baju ganti, makanan, obat pibadi dan co-card lucu khas dari setiap bidang. Mungkin yang tidak aku temui adalah si cantik Virgin yang ternyata punya acara yang sudah di agendakan sampai Ahad sore. Tak apa nduk, nanti ilmunya bisa kepo dari bundamu atau saudaramu di HUMAS, hehe. Kemudian ada si cantik Fita yang tidak bisa bergabung, dikarenakan sakit. Semuga Allah segera memberi kesembuhan. Percayalah, sakit itu akan menggugurkan dosa-dosa jika kita ikhlas menikmatinya. Fita nanti juga bisa minta didongengin bapakmu, Mas Hening atau Mas Abid. Atau memilih didongengin sama mbak? *nah lho, haha
Pukul 06.30 mulai berdatangan, ada yang hilir mudik di deksel (Dekanat Selatan) dan juga yang ribut di HIMA. Esensinya, kita sama-sama bersiap untuk moment terindah untuk meng-UPGRADE diri. Hemm, kemas mengemas barang sudah siap. Akhirnya kita cus menuju Ketep dengan pemberangkatan dua kloter. Hehe, hayo masih ingat yang di depan atau belakangnya? Maaf, mbak ndak hafal di kloter 1 secara utuh, hehe manusiawi. Kloter dua akan kucoba ingat: Mbak Iput, Mbak Ve, Hendy, Mas Rio, Mas Gana, Dhanang, Nurul, Emma, Ihsan, Nilam, Radha, Mila, Masna, Arbi, Rieska, Vella, dan Desi (kalo ada yang terselip maaf, hehe faktor usia).
Perjuangan kita dimulai juga. Kloter pertama diberangkatkan dengan utuh. Namun apa ternyata? Satu rombongan terpisah menjadi 3 bagian. Riemas dan Adit motornya bocor hingga harus disusul oleh Aa’ Ajay dan Kakak Ucup. Tak perlu khawatir dengan makanan kita dhek, toh semua juga sudah kenyang, iya kak? Yang penting kalian sehat. Hehe, Duo KESMA juga mengalami kejadian menantang, Rini dan Maya juga mengalami masalah pada motornya. Motor milik Nurul ini mogok, karena ada trouble di bagian rantai. Kalian berdua tak kalah tangguh, akhwat yang qowi’. Aku mengagumimu.
Kloter dua juga membagi diri, hehe tapi mengadopsi Paramaecium. Membelah menjadi 2, dengan Leader baru: Paket lengkap Bal dan Nil. Seperti yang sudah diintruksikan Mbak Iput, lima motor menunggu di Ketep. Karena kita tidak tau basecamp TAO, akhirnya 5 motor ngetam di warung tempe mendoan. Akhirnya fikiran-fikiran jahat kita bermunculan, hehe sekedar menuruti maunya perut, kita jajan juga. Maafkan kami, bagi siapapun yang merasa ter-dzolimi, harap mengerti tingkah polah kami yang sebenarnya memang bisa dikatakan egois. Sebagai orang yang paling tua, mila yang merasa paling –NDAK BENER- hehe.
Penantian 15 menit bersama warung ibu penjual mendoan dijawab dengan lewatnya rombongan yang tertinggal di belakang, dengan muka malu kita menyusul rombongan tadi. Tak lama, kisaran 90 detik kita sudah sampai di penginapan yang kita tempati. Betapa rasa tertampar-tampar, kenapa kita tadi tidak lanjut saja? Hehe, karena ndak tau jadi merasa tidak dikenai hukum.
Sambil menunggu adhek-adhek yang bermasalah dengan motor datang, punggawa-punggawa HIMA yang tak lengkap itu menikmati panorama bukit Ketep yang megah. SUBHANALLAH.. meni geulis pisan euy. Tapi aku tersontak dengan sms yang ditunjukkan Mbak Veve: “..........., tersisa dua.” Dari 43, tapi tak apa karena setiap dari kita tidak ada luka dan tetap saja berakhir senang karena kenyang. Allah punya –RENCANA INDAH- dengan kebersamaan kita.
Adzan Dzuhur berkumandang, waktunya bagi yang muslim beribadah. Berlanjut dengan materi pertama yang dibersamai oleh Mas Rio, Anggota dari Kanopi Indonesia. Mas Rio dengan ciri khasnya yang selalu interaktif, banyak diantara kita yang tak sungkan bercerita mengenai alasan memilih UNY, Jurdik Biologi, dan juga HIMABIO. Ada yang mengaku pilihan terakhir, tapi ada juga yang tulus mengungkap bahwa itu dari hati. Kita tau bahwa hidup ini adalah –PILIHAN- yang akan dipertanggung jawabkan. GREAT!
Mas Rio memaparkan jika kita memasuki HIMA harus berdampak manfaat buat kita, hingga kita mampu berucap: “Saya berkemampuan di bidang itu ...................................................................” Jika kita saja tidak yakin dengan diri kita, bagaimana dengan orang lain? Yang ada, pasti kita dapat cibiran dari orang-orang yang notabene belum mengenal kita. Ingat pesan Mas Rio: YAKINLAH DENGAN KEMAMPUAN DIRI. Padukan antara –KEYAKINAN- dan –DOA- hingga akhirnya kita akan peroleh –SOFTSKILL- yang mumpuni. Buktikan pada mereka bahwa KITA BISA!
Ada yang merasa hati sesak saat Mas Rio mengingatkan soal visi misi? Aku rasa semua pasti iya, apalagi para formatur: Ketua, Sekjend, Sekretaris 1, Bendahara, Kabid dan Staff Ahli BMIJ, Kabid Humas, Kabid dan Staff Ahli Kesma, Kabid dan Staff Ahli Penalaran, Kabid KWU, Kabid dan Staff Ahli BKPO, Kabid Orseni. Bagaimana kabar hati kalian? Hehe, terkadang tidur kita harus dibangunkan dengan kritikan dan masukan. Visi misi HIMABIO harus jelas dan spesifik, kita harus faham apa yang kita cari sebagai tujuan kita. Menata ulang, dibangun ulang. Bapak Gana sebagai moderator pun menambahkan kalo kita tak boleh hanya lelah karena sekedar seliweran di HIMA. Semuga kita terus mengingat pesan pamungkas dari Mas Rio ini: SILAHKAN DIPERJELAS!
Setelah ibadah Sholat Ashar ditunaikan, materi kedua diisi oleh pemateri yang tak kalah super dari kampus sebelah, Anggit Adi Wijaya. Beliau memuka slide pertama dengan tulisan: Pemimpin = Pemimpi + n. Seketika kok harus matematika? Hehe, tenang tenang. Ternyata huruf n disitu adalah kemampuan-kemampuan yang patut dicari oleh seorang yang punya mimpi, cita-cita, dan visi. Saat kita menjadi pengurus HIMA, orientasi pilihan kita bukan hanya sebatas –SUPAYA SAYA- karena itu adalah keegoisan. *plakplak
Karena kekecewaan adalah selisih jarak antara harapan dan kenyataan. Maka di HIMABIO kita harus sama-sama meluruskan niat, bersemangat untuk terus memberi kebermanfaatan untuk Jurdik Biologi. Harapan harus diimbangi dengan usaha, saat ada masalah harus saling bantu, semua bidang harus ikut andil untuk menyelesaikan bareng-bareng, serta saling memiliki. Mas Anggit juga memaparkan 5 Kriteria Manusia menurut Ainun Najib: Wajib (harus ada dalam suatu lingkungan, keberadaannya sangat dibutuhkan), Sunnah (ada ataupun tidak tidak apa-apa, tetapi jika ada justru semakin baik), Mubah (keberadaannya tanpa arti), Makruh (ada ataupun tidak tidak apa-apa, tetapi jika tidak ada jauh leih baik), dan Haram (wajib pergi ari suatu lingkungan). Refleksi diperlukan untuk tau sebenarnya apa kriteria kita, semuga punggawa HIMABIO minimal termasuk dalam kriteria sunnah. Aamiin. Kerena bermanfaat tidak perlu menunggu menjadi Presiden.
Jalankan sebuah amanah (kepercayaan) walaupun sangat kecil. Saat kita mengabaikan tanggung jawab, meski sekali maka akan tetap diingat. Kalaupun di dunia masih terbebas, maka di akhirat akan dimintai pertanggung jawaban.
Bentuk penghargaan adalah saat di-sms membalasnya. Membalas sms adalah bukti bahwa kita respect. Maaf jika mila khususnya telat atau bahkan belum menyempatkan diri untuk membalas. Maaf, mila akan berusaha memperbaikinya. Tetapi sesama keluarga kita juga diharapkan untuk khusnudzon (berbaik sangka), mungkin ada saudara kita yang tidak punya pulsa atau karena masih ada kesibukan jadi belum bisa membalas tepat waktu. Inti dari paparan Mas Anggit di point ini adalah: RESPECT DARI HAL KECIL!
Nyalakan lilin, bukan hanya mengutuk kegelapan. Mencela dan mengkritik adalah perkara yang gampang, tapi cobalah untuk selalu memberi –SOLUSI- dan jangan hanya jadi generasi pengkritik. Mas Anggit merekomendasikan punggawa HIMA untuk membaca biografi pejuang bangsa seperti, Soekarno, Hatta, dan Syahrir. “Jangan pernah lelah untuk Indonesia, karena Indonesia adalah alasan kita untuk tidak pernah lelah dalam berkarnya,” tambah mahasiswa dengan Jurusan Geografi ini.
Mahasiswa yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM ini juga menjelaskan bahwa HIMA adalah sarana atau tempat untuk penguat keilmuan biologi. Bermanfaat adalah karena saling bersama. Menurut versinya Mas Anggit, seorang yang baik; ketika bersama orang kecil tidak sombong dan ketika bersama orang besar tidak merasa minder.
MIMPI tercapai karena adanya usaha dan doa. Harus bekerja di luar orang sewajarnya, harus berada di atas rata-rata orang, dan harus berjuang. Itulah bentuk romantika dari setiap jenjang kehidupan. Selalu berusahalah untuk merefleksikan diri. Mas Anggit menutup dengan pesan super: Semua orang suci punya masa lalu dan orang bejat pun punya masa depan. RUBAHLAH DIRIMU SEBELUM KAU MERUBAH DUNIAMU!
Hari semakin malam, pensi adalah ajang untuk melihat bakat-bakat terpendam dari punggawa-punggawa HIMA. Mau cerita detail tapi ternyata sudah memasuki halaman ke-4. Nanti yang baca malah bosen hehe. Malam itu mucul banyak bakat dan keanehan yang membuat perut terasa sakit karena menahan tawa. KWU: Bapak Hendy kau sangat mendalami, keempat putrimu (Dwi, Vella, Desi, dan Atul) masih malu-malu ternyata. Tapi keren untuk pembuka. PI: Ada kakak Sari yang membuat puisi reflek dan sampai menyentuh, itu hebat sekali. Kalo ucup mah udah biasa hehe (peace Aulia). Fandy, terimakasih buat genjrengannya. Ayu, jangan bingung saat semua memang serba dadakan dan reflek. ORSENI: Kalian super kocak. Bowo promosi Autin, Rieska dengan Hp-nya, hehe Ihsan dengan Fatogen. Dhanang, Ema, dan Arbi kalian juga berbakat. Keren hehe. BMIJ: ini bidang paling “saru” ada tokoh Roy yang ternyata diperankan oleh Hening yang terkenal diam. Abid yang seperti biasa, bikin ngakak. Mayta, Gahar, dan Nurul, sabar ya nduk. Kalian harus sering mengingatkan kalo dua bapak kalian itu pacaran terus, hahahahaha. BKPO: Pantomim yang ternyata bikin Yono makin eksis, hehe dari mulai gelar mirip bang DJ (Dwi jarot), Boo di kartun sinchan, sampai Jarjit kawannya Upin Ipin (afwan dhek, jika mbak ikut mem-bully). Abang lucu banget jadi bapak. Hehe, Westhi jangan selingkuh sama Adit yaa. Anes dan Yekti, pertahankan keluarga bahagia kalian. HUMAS: Tam, jangan dibiarin anak-anakmu galau terus. Apalagi Riemas, harus move on dhek. Radha, diam-diam kau memakai nama samaran “Yono” demi menggaet cintanya Adit. Nilam, jangan ikutan galau kayak Riemas yaa. KESMA: Naratornya udah keren banget, senggol teh Rini. Desi dan Maya ternyata gaul bingit. Fina, aku ora papa. Hehe, Masna jagain anak-anaknya. Ehh, kok yang paling sholih tapi bendel, Afrizal aktingnya kayak kilat, apa maksudnya dhek? Haha.. Tapi Jargon kalian keren, tambah lagi dramanya paling beresensi. PENALARAN: hehe pantunnya masih saja bernalar ternyata. Waktu nantang Mas Ojan berpantun, Nensi keren banget. Bima, ternyata kamu bisa berpantun. Wulan dan Dwi mah udah ndak diragukan lagi. Hehe Untsa dan Dixy yang akur yaaa, eks-penalaran juga mau dibuatin pantun. Hehe. MPO: mulai dari peniti beras, Ustadz Guntur Boom, Bopak Kastelo, DP, Jupe, dan stand mic yang bisa ngomong. Semua keren, tarik: Mbak Ayas, Mbak Veve, Mas Ojan, Mas Aji, Mas Fajar, Mbak Iput, Mbak Dina, Mbak Ama dan Mbak Tria. Cukup menghibur.
Bagaimana perasaan anda, Bapak Aulia? Setelah menyaksikan 2 video sebagai kado. Semuga pesan yang ada didalamnya bisa tersampaikan. Monggo, mau dimaknai atau disikapi seperti apa. “Dekap mimpimu. Rangkul saudaramu, nak! Amanah tak akan salah memilih.. Tak akan salah menyangka.. Karena, anakku begitu tangguh merapatkan remigesnya...”
____________________________________________________
Pagi-pagi sudah dibuat nagis dengan video tentang Ibu. Tambah bumbu semakin melow dari Mas Fajar. Terimaksih untuk MPO yang telah mengingatkan kita mengenai orangtua yang tak pernah lelah berjuang untuk kita. Love your mother, your mother, your mother, and then your father.
It’s time to outbond. Dimulai dengan membagi kelompok menjadi enam. Dengan waktu 4 menit, digunakan untuk membuat nama dan yel-yel. Awalnya mila bergabung bersama kelompok “baik-baik”, tapi maaf mila beralih ke kelompok “sunmor” dengan anggota: Dhanang, Yono, Untsa, Fina, Ayu, dan Wulan. Masih ada kelompok yang lain seperti Mumu7, Woyo Joss, Patogen, dan Chupa Cups.
Kelompok kami diberangkatkan pertama dengan rekor garis terpanjang yang telah dibuat dengan menggunakan tubuh. Kita memberi julukan kelompok “Sunmor Terpanjang”, karena apa? Karena rute outbond kita juga yang paling panjang, hehe tersasar sampai plang Masjid. Entah kita sudah melewati berapa kilo *hehe hiperbola.
Dimanapun, apalagi organisasi, pasti harus ada yang dikorbankan. Dari pos pertama kita sudah langsung mengamalkan apa yang diperoleh. Karena kita tersesat yang pertama, kita membuat kelompok ketiga (Patogen) tidak berjalan sejauh kita. Hehe menghibur diri. Di pos ke-1, kita sempat bermain memindahkan gelas dengan satu leader dan enam yang lain dalam kondisi berpenutup kepala. Mas Ojan dan Mbak Ayas meminta kita menasarikan permainan tadi. Ada banyak jawaban super yang muncul, intinya: kita harus percaya terhadap pemimpin, karena kita sudah memilih maka kita harus mentaati pemimpin, selama itu menuju kebaikan.
Setelah tersasar jauh, teringat lagu Ninja Hatori, “Mendaki gunung lewati lembah.............” Mbak salut sama kalian dhek, kalian tangguh sekali. Saling menguatkan, saling melengkapi dan terus memberi semangat. Tak salah mbak memilih sekelompok bersama kalian. Bertemulah kita dengan pos ke-2, ada Mbak Veve dan Mbak Icha yang tersenyum berusaha menghibur kita. Karena Untsa beristirahat, kita berenam yang memindahkan botol air mineral berisi air dari titik; anggap saja titik A ke titik B tanpa tumpah. Makna permainan ini adalah kita harus memaksimalkan waktu, tetap waspada dan konsisten dengan amanah, dan terus menjaga kekompakan dengan strategi demi mencapai tujuan.
Pos ke-3 kita bermain air bersama Mas Fajar dan Mas Aji. Saya lupa nama permainannya, dan cara mainnya cukup ribet jika dijelaskan dengan tulisan. Makna yang paling keren diungkap oleh Untsa, intinya antara bidang harus saling merasakan, harus menginjak kotak-kotak. Mas Fajar menambahkan bahwa jalan untuk mencapai tujuan itu tidak hanya satu, saat ada salah, kita harus mengulang dengan cara yang lian, strategi yang lain.
Ini adalah keunikan dari setiap manusia, teringat game di pos ke-4 (Mbak Tria dan Mbak Dina), saat setiap dari kita mengambil selembar koran, sebenarnya itulah awal dari –KESAMAAN- kita. Yeah, setiap dari kita adalah sama, sama-sama di Jalan ini, di HIMABIO. Dengan instruksi yang sama, dengan langkah dan prosedur yang sama kita melipat dan berujung dengan sobekan di bagian kiri atas. Kalian juga menerima instruksi yang sama bukan? Dan lihat apa hasilnya? Tak ada satupun lubang di tempat yang sama, setiap sobekan itu bervariasi. Di kelompok “SUNMOR” ada yang paling lucu, milik Safina sobek di bagian bawah, dan itu memanjang. Si sekretaris muda, Ayu lebih lucu lagi, ada kerangka menyerupai kupu-kupu, dan itu 8 pasang. Mbak Dina menyampaikan bahwa setiap dari kita adalah sama, berada di HIMABIO. Selama satu kepengurusan nanti, mungkin Kakak Ucup lah yang akan memimpin kita, dengan intruksi yang sama. Tapi apa hasilnya? Pasti kita punya cara yang berbeda-beda untuk mencapai –TUJUAN YANG SAMA- sesuai dengan batasan GBHK. Setiap manusia adalah unik, tapi cara kita yang membuat kita semakin berwarna. Di jalan ini, Allah mempertemukan kita, di jalan ini pulalah kita berlelah-lelah untuk –KEBERMANFAATAN HIMABIO- dan memperoleh ridho-Nya.
TAO (Training Awal Organisasi) ditutup dengan acara tukar kado dan pengumuman penghargaan. Untuk pengurus teraktif dinobatkan kepada Mayta staff BMIJ, co-card terbaik kepada Bidang KWU, Pensi terbaik pada bidang Orseni, dan Outbound terbaik pada kelompok Sunday Morning alias SUNMOR.
“Bersih bersinar, SUNMOR..”
____________________________________________________
Perjalanan pulang penuh perjuangan, kabut turun mendadak bersama hujan yang membuat jalanan kian licin. Terimakasih buat Rieska cantik, bersedia motornya dipinjamkan buat mbak dan mbak Masna. Maaf buat Abang Anton yang merasa jadi obat nyamuk saat Hendy ngobrol sama Masna, Ayu diskusi dengan Dwi, dan Yono sharing dengan Mila. Maaf abang, mila ndak akan kayak gitu lagi, hikshiks.
Buat adhek-adhek yang masih mempunyai tanggungan laporan di hari senin dan harus berangkat jam tujuh, sungguh kalian lebih hebat dari mbak. –KALIAN TANGGUH- dan aku mengagumi kalian yang tak pernah lelah untuk berproses menuju kebaikan.
Salam cinta Himabio 2014: Berkarya, menembus cakrawala..
____________________________________________________
“Tanggung jawab orang tua, tanggung jawab bangsa, tanggung jawab sebagai makhluk-Nya”
-Anggit Adi Wijaya-
“Bersyukur itu menyibak kabut; menuntun ke jalan-jalan kebaikan yang kadang tersembunyi di balik kemudahan terabaikan dan kesulitan menghadang”
-Ustadz Salim A. Fillah-
“Ada yang bilang kalau takdir di luar kendali kita.
Takdir bukan hanya milik kita.
Tapi aku lebih memahaminya..
Takdir kita, tinggal dalam diri kita.
Kau harus menjadi cukup berani untuk melihatnya.”
-Putri Merida dalam film Brave-
“Inilah hidup, inilah dunia, dan inilah dewasa..”
-Milatus Sa’diyyah-
Untuk hari ini: Jangan tanyakan kenapa mila online? Kenapa mila malah nonton “Brave”? Kenapa mila nulis sebanyak ini? Dan kenepa mila seaneh ini?
Karena setiap oarang punya alasan untuk melakukan sesuatu. Anda pun patut berspekulasi, namun hanya Allah dan yang menjalaninya lah yang tau sebenarnya. Intinya: SALING PERCAYA
Rumah cinta, 11 Maret 2014
Mozaik19_